BerandaNASIONALBanjir Bandang Sumatera 2025: Tragedi Maut yang Mengguncang Tiga Provinsi

Banjir Bandang Sumatera 2025: Tragedi Maut yang Mengguncang Tiga Provinsi

Balai Panjang – Banjir bandang Sumatera sejak akhir November 2025 memicu krisis kemanusiaan terbesar di penghujung tahun. Bencana hidrometeorologi ini melanda tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menyebabkan setidaknya 62 orang meninggal di Sumut dan total 104 korban jiwa di seluruh Sumatera, serta memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Banjir Bandang Sumatera Memutus Akses dan Hancurkan Infrastruktur

Sejak 21–23 November 2025, hujan ekstrem mengguyur berbagai wilayah. Curah hujan yang sangat tinggi membuat sungai meluap dan memicu tanah longsor di daerah perbukitan. Infrastruktur vital seperti jembatan, jalan utama, hingga fasilitas publik rusak parah.
Gangguan komunikasi dan akses transportasi membuat beberapa daerah terisolasi dan menyulitkan proses evakuasi maupun distribusi bantuan.

Sumatera Utara: Korban Jiwa Terbanyak, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Di Sumatera Utara, bencana terjadi serentak di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, hingga Deli Serdang dan Medan.

Pada 25 November 2025, empat warga Desa Mardame, Tapanuli Tengah, meninggal tertimbun longsor pukul 07.00 WIB. Di daerah lain, lima warga Humbang Hasundutan ditemukan meninggal akibat banjir bandang.

Korban jiwa terus bertambah hingga mencapai 62 orang pada 28 November, menurut laporan Polda Sumut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan masa tanggap darurat hingga 9 Desember 2025.

Sumatera Barat: Bencana Meluas di 13–14 Kabupaten/Kota

Sumatera Barat mencatat cakupan bencana paling luas. Dampak banjir dan longsor terasa di Kota Padang, Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, hingga Tanah Datar.

Rumah warga terendam, jalan terputus, dan fasilitas umum rusak. Bahkan Jembatan Gunung Nago di Padang roboh pada 27 November akibat terjangan banjir bandang.
Pemerintah Sumbar menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari hingga 8 Desember 2025.

Puluhan Daerah Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

Di Aceh, banjir meliputi wilayah Pidie, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Subulussalam, hingga Aceh Singkil.
Banjir di Kota Langsa pada 25 November pukul 10.20 WIB menandai semakin meluasnya dampak. Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Kronologi Singkat Bencana

21–23 November 2025: Hujan intensitas tinggi mulai mengguyur Sumut dan Sumbar.
24 November: Empat wilayah Sumut terdampak banjir dan longsor secara bersamaan.
25 November:

  • Empat warga Tapanuli Tengah tewas tertimbun longsor.

  • Bibit Siklon 95B berubah menjadi Siklon Tropis Senyar pukul 07.00 WIB.

  • Banjir melanda Langsa (Aceh), Agam (Sumbar), dan Padang Sidempuan (Sumut).

  • Lima warga Humbang Hasundutan ditemukan meninggal.
    26 November: Siklon Tropis Senyar melemah; Polda Sumut melaporkan 24 korban meninggal.
    27 November: Korban jiwa di Sumut naik menjadi 43 orang; Jembatan Gunung Nago di Padang roboh. Menko PMK Pratikno memimpin rapat koordinasi penanganan bencana.
    28 November: Tagar #PrayForSumatera trending; korban jiwa di Sumut mencapai 62 orang; total korban di Aceh-Sumut-Sumbar mencapai 104 orang.

Penyebab Bencana: Kombinasi Cuaca Ekstrem Regional dan Global

BMKG menyebutkan beberapa pemicu utama bencana:

  • Siklon Tropis Senyar: terbentuk dari Bibit Siklon 95B di Selat Malaka, memicu hujan lebat di Aceh dan Sumut.

  • Siklon Tropis Koto: berada di Laut Sulu dan memperkuat hujan di wilayah barat Indonesia.

  • Indian Ocean Dipole (IOD) negatif: meningkatkan pertemuan massa udara dan memicu curah hujan ekstrem di Sumbar.

Kombinasi fenomena atmosfer ini menciptakan kondisi cuaca tidak stabil yang menyebabkan hujan jauh di atas normal.

Pemerintah Turun Tangan

BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan evakuasi, pendataan korban, perbaikan akses, serta penyaluran bantuan. Presiden Prabowo melalui Menko PMK memerintahkan penanganan serius dan cepat.

Kementerian PUPR menginstruksikan seluruh balai di Sumbar untuk turun langsung ke wilayah terdampak.

BERITA TERBARU

Iklan

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

DUKCAPIL

Related News