Limapuluh Kota — Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, kembali menyuarakan permintaan kepada Pemerintah Daerah agar memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Wisata Pemandian Lembah Mangkisi, salah satu destinasi berbasis alam yang tengah menjadi favorit wisatawan.
Wali Nagari Balai Panjang, Idris, menegaskan bahwa Lembah Mangkisi memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, perkembangan wisata ini terhambat minimnya fasilitas dasar, terutama akses jalan yang masih rusak.
“Kami berharap Pemda melalui OPD terkait bisa membantu memperbaiki akses jalan menuju lokasi, menyediakan plang merek, serta meningkatkan promosi wisata. Jika itu dilakukan, saya yakin kunjungan wisatawan akan melonjak dan ekonomi masyarakat akan ikut bergerak,” ujar Idris, Minggu, 14 September 2025.
Ketua Persatuan Walinagari Limapuluh Kota (PERWANALIKO) itu juga menyoroti kurangnya keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan wisata tersebut. Ia menyebut, selama ini kemajuan Lembah Mangkisi justru banyak didorong oleh dukungan anggota DPR-RI dan dana nagari.
“Alhamdulillah sebelumnya Pemandian Lembah Mangkisi dibantu oleh anggota DPR-RI Iqbal, yang kini menjabat Wakil Bupati Agam. Sementara dari Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, hingga kini belum ada perhatian,” ungkapnya.
Keluhan serupa datang dari wisatawan. Zulkifli, pengunjung asal Kota Padang, mengaku terpesona dengan keindahan alam Lembah Mangkisi, namun menyayangkan kondisi jalan yang rusak berat.
“Pemandangannya bagus, airnya segar, tapi sayang sekali jalan menuju ke sini hancur. Padahal potensi wisata ini besar sekali kalau dikelola dan didukung dengan baik,” katanya.
Dengan perbaikan jalan, peningkatan fasilitas, serta promosi yang lebih masif, masyarakat berharap Pemandian Lembah Mangkisi dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menarik lebih banyak wisatawan.





