Limapuluh Kota — Objek wisata Pemandian Lembah Mangkisi di Jorong Lurah Bukik, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, terus mencuri perhatian publik. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah wisatawan meningkat signifikan seiring pembenahan yang dilakukan Pemerintah Nagari bersama BUMNag menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2023.
Tak hanya itu, kawasan wisata ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Desa melalui Dana Aspirasi Anggota DPR RI Komisi V, M. Iqbal, sebesar Rp400 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun fasilitas penting seperti gazebo, kios usaha masyarakat, dan toilet umum.
Namun, di tengah geliat pembangunan tersebut, akses menuju lokasi wisata justru memprihatinkan. Jalan dari Simpang Empat Subarang Aia menuju kawasan Lembah Mangkisi mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa titik masih berupa tanah berlubang dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat hujan.
Keluhan disampaikan langsung oleh wisatawan, salah satunya Nur Alamsyah, pengunjung asal Bukittinggi yang datang bersama ratusan anggota komunitas mobil untuk berkemah akhir pekan lalu.
“Objek wisatanya bagus dan mulai ramai. Tapi akses jalannya benar-benar rusak parah dan sangat mengganggu kenyamanan,” ujarnya, Minggu (6/7).
Ia juga menyoroti kurangnya penunjuk arah serta minimnya fasilitas MCK. “Untuk kunjungan ramai seperti kami, kekurangannya sangat terasa,” tambahnya.
Nur berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jalan, sekaligus melengkapi fasilitas dasar seperti pos retribusi dan MCK untuk kenyamanan wisatawan.
Sementara itu, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, mengaku senang dengan meningkatnya jumlah pengunjung. Ia menyebut Lembah Mangkisi kini tidak hanya menjadi lokasi singgah, tetapi telah berkembang menjadi destinasi wisata utama, terutama pada musim liburan sekolah.





